Tanda-Tanda Kerusakan pada RAM & Tips Menanganinya

Wednesday, 30 April 2014

Tanda-Tanda Kerusakan pada RAM & Tips Menanganinya



Apakah PC Anda crash tanpa alasan yang jelas? Apakah PC Anda sering mengalami layar biru Blue Screen of Death? Atau tidak mau booting disertai suara bip? Bip adalah suara yang keluar dari speaker internal (speaker dari dalam casing) ketika komputer dinyalakan. Jika jawabannya adalah “ya”, Anda mungkin mengalami masalah kerusakan memori PC. Memori atau RAM yang rusak adalah salah satu penyebab Blue Screen of Death. Dalam panduan singkat ini saya akan membahas gejala umum dari memori yang rusak serta memberikan tips yang dapat membantu Anda.
 
be.net/vantjerry
Gejala memori apabila rusak sangat banyak, tetapi mari kita mulai dengan beberapa yang umum :
# Blue Screen of Death selama proses instalasi. Ini adalah salah satu tanda paling pasti bahwa salah satu kecurigaan merujuk pada memori yang rusak.
# Random crash atau Blue Screen of Death dengan pesan berbeda/acak.
# Gangguan memori intensif selama operasi tertentu misalnya ketika memainkan 3D game, benchmark, kompilasi, Photoshop, dll
# Distorsi grafis pada layar, walaupun hal ini juga dapat terkait dengan kartu video.
# Kegagalan ketika boot. Hal ini dapat disertai dengan berbunyi ‘bip’ panjang berulang-ulang, yang merupakan kode bip BIOS untuk masalah memori. Dalam hal ini, Anda tidak dapat menguji memori dengan perangkat lunak diagnostik, sehingga satu-satunya pilihan Anda adalah pengujian dengan pengganti, baik di rumah atau di dealer komputer Anda.

Berikut adalah tips untuk mengatasi masalah RAM :
# Setingan bios harus dalam keadaan default / standar, sebab bisa saja masalah ini muncul karena pengaturan bios yang terlalu membebani hardware. Untuk memastikannya, lakukan clear CMOS dengan cara mencabut baterai dari motherboard (bentuknya bulat tipis, seperti baterai jam), setelah kurang lebih 3 menit pasang kembali baterai tersebut.

# Periksa apakah memori telah dipasang dengan benar. Cabut memori dari soket-nya (tempat dudukan memori pada motherboard) lalu pasang kembali

# Jika tidak berhasil, perhatikan bagian memori yang berwarna keemasan (berada dibagian bawah memori). Bersihkan bagian tersebut dengan menggunakan karet penghapus untuk menghilangkan kotoran atau debu yang mungkin menempel.Jika sudah, pasang kembali memori ke motherboard.

# Jika memori masih tidak mau bekerja, pasang memori orang lain di komputer kita, punya teman misalnya. Jika ternyata dapat berjalan normal berarti memori kita sudah rusak, tapi jika tetap tidak berjalan dengan normal berarti permasalahan berada pada soket di motherboard. Bersihkan soket tersebut dengan cotton buds atau penghisap debu untuk membersihkan debu atau kotoran yang mungkin menempel. Setelah selesai pasang kembali memori.

# Jika masih tetap tidak berhasil, pasang memori pada soket yang lain, biasanya diletakkan bersebelahan.Jika tetap tidak bekerja juga berarti motherboard yang harus diservis / diganti.Ini disebabkan ada elemen/ komponen yang membuat soket tidak dapat lagi digunakan.Hal ini sering terjadi pada motherboard yang sudah berumur.


Sumber 1
Sumber 2

0 comments :

Post a Comment