Konflik Organisasi

Thursday, 3 January 2013

Konflik Organisasi



Konflik Organisasi
Ilustrasi Konflik

Konflik merupakan gejala social dimana satu dengan lainnya saling berbeda paham / “bergesekan” dan berakibat negatif.

Terdapat konflik berskala kecil yang tidak mencapai cakupan yang lebih luas dan sedikit orang yang terlibat didalamnya.

Contoh : konflik didalam keluarga dan konflik individu.

Dan juga terdapat konflik berskala besar yang mencakup area yang sangat luas dan melibatkan banyak orang.

Contoh : konflik antar suku, konflik antar agama dan konflik antar golongan.

Sumber konflik dalam organisasi dapat ditelusuri misalnya dari dalam diri individu.

Adapun faktor-faktor yang menyebabkan sebuah konflik :

1.       Faktor komunikasi (communication factors)

2.       Faktor struktur tugas (job structure)

3.       Faktor yang bersifat personal (personal factors)

4.       Faktor lingkungan (environmental factors)

Menurut Wijono (1993 : 42-125) strategi mengatasi konflik yaitu :

1.    Strategi Mengatasi Konflik Dalam Diri Individu

  • Diperlukan paling tidak 7 strategi yaitu :

  • Menciptakan kontak dan membina hubungan

  • Menumbuhkan rasa percaya dan penerimaan

  • Menumbuhkan kemampuan/ kekuatan diri sendiri

  • Menentukan tujuan

  • Mencari beberapa alternatif

  • Memilih alternatif

  • Merencanakan pelaksanaan jalan keluar 

2.    Strategi Mengatasi Konflik Antar Pribadi

Untuk mengatasi diperlukan 3 strategi yaitu :

1.       Strategi Kalah-Kalah (Lose-lose Strategy)

Biasanya individu/ kelompok yang bertikai mengambil jalan tengah. Contoh dengan cara melibatkan pihak ketiga bila perundingan mengalami jalan buntu seperti :

a.       Arbitrasi (Arbitration)

Merupakan prosedur dimana pihak ketiga bertindak sebagai hakim melalui suatu perjanjian yang mengikat.

b.      Mediasi (Mediation)

Seorang mediator tidak mempunyai wewenang langsung terhadap pihak yang bertikai dan rekomendasi yang diberikan tidak mengikat.

2.       Strategi Menang-Kalah (Win-lose Strategy)

Beberapa cara yang digunakan untuk menyelesaikan konflik dapat melalui :

a.       Penarikan diri, yaitu proses penyelesaian konflik dengan pihak yang menarik diri karena kurang puas akibat dari ketergantungan tugas.

b.      Taktik penghalusan dan damai yaitu tindakan pendamaian dengan pihak lawan untuk menghindari konfrotasi.

c.       Bujukan, yaitu dengan membujuk pihak lain untuk mengubah posisinya dan mempertimbangkan setiap informasi factual yang relevan dengan konflik.

d.      Taktik paksaan dan penekanan, yaitu menggunakan kekuasaan dengan menunjukkan kekuatan melalui sikap otoriter.

e.      Taktik tawar-menawar dan pertukaran persetujuan sehingga tercapai kompromi yang dapat diterima oleh dua belah pihak.

3.       Strategi Menang-Menang (Win-win Strategy)

Strategi yang sangat manusiawi yang dapat membuat pihak-pihak yang terlibat saling merasa aman dan menciptakan suasana kondusif.

Motivasi dapat diartikan sebagai kekuatan (energi) seseorang yang dapat menimbulkan tingkat persistensi dan entusiasmenya dalam melaksanakan suatu kegiatan baik yang bersumber dari dalam diri individu itu sendiri maupun dari luar individu. Motivasi individu akan banyak menentukan terhadap kualitas perilaku yang ditampilkannya.

Beberapa teori tentang motivasi antara lain :

a.       Teori Keadilan

Merupakan daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang jadi perusahaan harus bertindak adil terhadap setiap karyawannya. Penilaian harus dilakukan secara obyektif.

b.      Teori Dua Faktor oleh Frederick Herzberg

Herzberg memandang bahwa kepuasan kerja berasal dari keberadaan motivasi intrinsik dan ketidakpuasaan kerja berasal dari ketidakberadaan faktor-faktor ekstrinsik.

Faktor Ekstrinsik meliputi :

  • Upah

  • Kondisi Kerja

  • Keamanan Kerja

  • Status

  • Prosedur Perusahaan

  • Mutu penyeliaan

  • Mutu hubungan antar sesama rekan kerja, atasan dan bawahan

Faktor intrinsik meliputi :

  • Pencapaian Prestasi

  • Pengakuan

  • Tanggung Jawab

  • Kemajuan

  • Pekerjaan itu sendiri

  • Kemungkinan berkembang

c.       Teori X dan Y

Douglas McGregor mengemukakan pandangan nyata mengenai manusia. Pandangan pertama pada dasarnya negatif disebut teori X dan yang kedua pada dasarnya positif disebut teori Y (Robbins, 2007).

d.      Teori Kebutuhan oleh Abraham H. Maslow

Contohnya apabila seorang pegawai kebutuhannya tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa.

Dikemukakan bahwa kebutuhan manusia sebagai berikut :

1.       Kebutuhan fisiologis, yaitu kebutuhan untuk makan, minum, perlindungan fisik, bernafas dan seksual.

2.       Kebutuhan rasa aman seperti dari ancaman, bahaya, dan pertentangan.

3.       Kebutuhan untuk rasa memiliki seperti diterima oleh kelompok dan berinteraksi.

4.       Kebutuhan akan harga diri yaitu kebutuhan untuk dihormati dan dihargai.

5.       Kebutuhan mengaktualisasikan diri yaitu kebutuhan untuk berpendapat dan menggunakan kemampuan serta potensi.

e.      Teori Kebutuhan oleh McClelland

Teori ini berfokus pada 3 kebutuhan yaitu :

1.       Kebutuhan akan pencapaian (need for achievement)

2.       Kebutuhan akan kekuatan (need for power)

3.       Kebutuhan akan hubungan (need for affiliation)

 

Sumber :

http://catatankecilrund.blogspot.com/2012/04/pengertian-dan-penyebab-konflik.html

http://avanza250.wordpress.com/2010/11/27/sumber-konflik-dalam-organisasi/

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/06/teori-teori-motivasi/

http://latansablog.wordpress.com/2011/11/24/strategi-penyelesaian-konflik-motivasi-teori-motivasi/

0 comments :

Post a Comment