Masalah Sampah

Saturday, 14 January 2012

Masalah Sampah



Balada Sampah

Hal kecil lainnya yang kurang dipedulikan orang tetapi menjadi masalah besar sampai saat ini adalah sampah. Saya mengangkat tema ini karena saya juga merasa risih dan prihatin melihat sampah-sampah yang berserakan dimana-mana.

Dijalan raya, didepan rumah, disudut gelap pasar pasti ada yang namanya sampah beserta pasukannya yakni lalat cs.

Lalu apa masyarakat tidak peduli?

Menurut saya hampir semua masyarakat peduli dengan setiap pagi dan sore hari, mereka melakukan bagiannya yaitu menyapu halaman rumah dan membuang sampah. Mungkin ini hal kecil namun sedikit tidaknya itu membantu karena saya juga rajin melakukannya hahaha

Lalu ada juga bentuk kepedulian masyarkat kita yang berbuah manis. Ini terbukti dengan banyaknya usaha kerajinan yang memakai bahan baku limbah, terutama dari limbah plastik. Bahan plastik yang berasal dari limbah rumah tangga ataupun limbah pabrik, ternyata dapat dimanfaatkan untuk membuat produk – produk yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Dan hampir semua masyarakat menyukai kerajinan limbah plastik, dari mulai tas, dan sandal yang sering digunakan pelajar, mahasiswa, serta anak muda lainnya, hingga perabot rumah tangga seperti kotak tisu, serta keset yang banyak dicari para ibu rumah tangga. Selain itu produk limbah plastik ini juga sering dijadikan sebagai kerajinan oleh – oleh.

Usaha pemerintah pun terlihat dengan dibuatnya TPST Bantar Gebang. Kota Bekasi rumah bagi sekitar 5.000 ton sampah per hari. Pengelolaan sampah di TPST menggunakan teknologi tinggi pertama di Indonesia. Di TPST ini, pengelola membangun industri pengelolaan sampah menjadi energi listrik (power plant) dengan kapasitas 26 Megawatt, fasilitas pengomposan serta gasification.

TPST Bantar Gebang menghasilkan energi listrik sebesar 26 Megawatt per hari, yang sedianya akan disalurkan untuk Gardu Induk (GI) Jawa Bali. Sampah yang ada akan dibakar dengan suhu 3.000 derajat Celcius. Kemudian, panas dari pembakaran sampah ini akan ditransfer menjadi energi listrik.

Selain membuat tenaga listrik dari sampah, TPST Bantar Gebang melakukan pengomposan sampah serta gasification, landfill, dan anaerobic digestion (Galfad) sebagai bagian dari industrialisasi sampah.

Kembali lagi, masalah sampah yang oleh sebagian orang dipandang sebelah mata pasti pada akhirnya menjadi masalah besar apalagi mengingat negara kita sedang berkembang dan itu tadi merupakan solusi yang telah dilakukan.


Sekian semoga tulisan ini bermanfaat :)

0 comments :

Post a Comment