Macet dan Frustasi

Friday, 6 January 2012

Macet dan Frustasi




Setiap hari kita pasti bertemu dengan yang namanya jalan raya. Ada yang mau jalan-jalan, ada yang mau pergi berlibur, ada yang mau ke sekolah, ada yang mau ke kantor, ada yang mau bayar hutang, ada yang mau ke kampus naik motor nyambung naik kereta nyambung lagi naik angkot (gue banget ==").


Nah kita pasti sering lihat bahkan ngerasain yang namanya macetttt..!

Gimana coba rasanya? Bete? Hareudang? Sarua abdi oge..!

Pernah engga mikir apa sih yang membuat kemacetan? Komo lewatkah?


Mari kita bahas :)


Bagi saya selaku pengguna angkutan umum, kendaraan pribadi dan kendaraan surga sungguh sangat tidak nyaman dengan kemacetan yang sudah terjadi dimana-mana khususnya kota Bogor. Dan yang paling meresahkan adalah macet dipagi hari. Namun bagi sebagian anak sekolah macet bisa dijadikan alasan kalau telat masuk sekolah ckckc...

Ketika macet tak terelakkan lagi dan jam sudah menunjukkan kalau kita akan telat apalagi ketika acara tersebut penting, kita pasti kesal setengah mati..!


Menurut saya ini semua dikarenakan jumlah kendaraan yang turun kejalan sungguh banyak ketimbang lebarnya jalan. Terus kenapa jumlah kendaraan yang turun ke jalan bisa dibilang banyak? Ini semua karena mobilitas yang tinggi. Kita pasti sering lihat di pagi hari ketika semua orang punya tujuan masing-masing ada yang mau berangkat kerja, mau ke sekolah, belanja ke pasar dsb yang pada akhirnya memadati jalan raya alias macet. Apalagi kalau angkutan umum "ngetem" di bahu jalan yang buat kemacetan semakin parah.. grrrr'


Memang mobilitas yang tinggi bukanlah suatu kesalahan dan pagi hari atau sore hari juga tak bisa disalahkan ketika semua orang berangkat dan pulang. Lalu apa yang harus dibenahi?


Yakni jumlah kendaraan umum dan lebarnya jalan.


Saya tak habis pikir kenapa ini jadi masalah bertahun-tahun. Apakah tidak ada pemikir ulung di negeri ini yang bisa mencari solusi dan bukan hanya sekedar wacana..!

0 comments :

Post a Comment