Ilmu Sosial Dasar

Sunday, 25 September 2011

Ilmu Sosial Dasar


Ilmu Sosial Dasar
Ilmu Sosial Dasar
Pengertian
Pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial khususnya yang ada didalam masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian dari berbagai bidang ilmu pengetahuan.
Tujuan
Ilmu sosial dasar sebagai salah satu mata kuliah dasar umum bertujuan membina mahasiswa agar :
 a. Memahami masalah sosial yang ada di masyarakat.
 b. Peka dan tanggap untuk ikut serta dalam menanggulangi masalah sosial tersebut.
 c. Menyadari bahwa masalah sosial bersifat kompleks dan hanya dengan dapat pendekatan secara kritis-interdispliner.
 d. Memahami dan dapat berkomunikasi dengan para ahli dari berbagai bidang lain.
Materi
Bahan pelajaran ilmu sosial dasar dibedakan dalam tiga golongan yaitu :
 1. Kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat
 2. Konsep sosial atau pengertian tentang kenyataan sosial
 3. Masalah sosial yang timbul dalam masyarakat
Ruang Lingkup
Diharapkan dengan ilmu sosial dasar dapat dipelajari dan dipahami adanya :
 1. Masalah kependudukan.
 2. Masalah individu, keluarga dan masyarakat.
 3. Masalah pemuda dan sosialisasi.
 4. Masalah antar warga negara dan negara.
 5. Masalah pelapisan sosial dan kesamaan derajat.
 6. Masalah masyarakat perkotaan dan pedesaan.
 7. Pemanfaatan iptek bagi kemakmuran masyarakat.
 8. Masalah pertentangan sosial dan integrasi.

A. Pertumbuhan Penduduk
Merupakan salah satu faktor penting dalam masalah sosial ekonomi dan masalah penduduk. Misal dengan bertambahnya jumlah penduduk berarti bertambah pula persediaan bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah dan sebagainya. Disamping itu apabila tidak diimbangi dengan fasilitas yang memadai maka akan menimbulkan masalah penganguran, masalah kemiskinan, putus sekolah dan kejahatan/kriminalitas meningkat.
Pertambahan penduduk disuatu negara dipengaruhi oleh faktor demografi sebagai berikut : 1. Kematian
 2. Kelahiran
 3. Migrasi
Tingkat kematian disini hanya dijelaskan dua jenis tingkat saja yakni :
          1. Tingkat kematian kasar (Crude Death Ratio)Rumus :
CDR = jumlah kematian/ jumlah penduduk pertengahan thn x 1000
Dan untuk mencari jumlah penduduk pertengahan thn :
Pm =1/2 (P1 + P2)
Pm = jumlah penduduk pertengahan thn
P1 = jumlah penduduk pada awal tahun
P2 = jumlah penduduk pada akhir tahun
         2. Tingkat kematian khusus (Age specific Ratio)Rumus ;
ASDRi = Di / Pmi x K
Di = Kematian penduduk kelompok umur i
Pmi = jumlah penduduk pertengahan thn kelompok umur i
K = Konstanta (1000)
Fertilitas (kelahiran hidup) dijelaskan dalam tiga jenis tingkat yaitu :
         1. Tingkat kelahiran kasar (Crude Birth Ratio)Rumus :
CBR = jumlah lahir hidup/ jumlah penduduk pertengahan thn x 1000
Atau
BCDR = B/ Pm x 1000
B = jumlah kelahiran pada tahun tertentu
Pm = jumlah penduduk pertengahan thn
K = Konstanta (1000)
          2. Tingkat kelahiran umumRumus :
GFR = jumlah lahir hidup/ jumlah penduduk wanita pertengahan thn x 1000
Atau
BGFR = B/ Fm (15-44) x 1000
Atau
BGFR = B/ Fm (15-49) x 1000
B = jumlah kelahiran pada suatu daerah dan tahun tertentu
Fm = jumlah penduduk wanita pada pertengahan thn
K = Konstanta (1000)
         3. Tingkat kelahiran khusus (Age Spesific Fertility Rate)Rumus :
ASFRi = Bi / Fmi x K
Bi = jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur 1 tahun
Fmi = jumlah penduduk wanita pada pertengahan thn kelompok umur i
K = Konstanta (1000)
Migrasi merupakan gerakan perpindahan penduduk dalam suatu ruang dan waktu. Faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang untuk bermigrasi adalah :1. Persediaan sumber daya alam.
2. Lingkungan sosial budaya.
3. Potensi ekonomi.
4. Alat masa depan/fasilitas.
Dengan adanya intervening obtacles (rintangan antara) maka timbul dua jenis proses migrasi yaitu migrasi bertahap dan migrasi langsung.
Kenampakan migrasi di Indonesia dibagi menjadi dua yaitu urbanisasi dan transmigrasi/ migrasi intergional.
Ada tiga jenis struktur penduduk :
     1. Piramida Penduduk MudaMempunyai ciri :
a. Komposisi penduduk dalam pertumbuhan/ sedang berkembang
b. Jumlah kelahiran > jumlah kematian
Contoh India, Brazilia, Indonesia.
     2. Piramida StationerMenggambarkan keadaan penduduk yang tetap/ statis.
Contoh Swedia, Belanda.
     3. Piramida Penduduk TuaMenggambarkan penurunan tingkat kelahiran yang pesat dan tingkat kematian yang kecil.
Contoh Jerman, Inggris, Belgia dan Perancis.
Rasio Ketergantungan (Dependency of Ratio) merupakan angka perbandingan jumlah penduduk yang belum produktif dan sudah tidak produktif lagi dengan jumlah penduduk produktif kerja.Rumus : DR = pend.0-14th + pend.65 keatas/ pend.15-64th x 100
B. Kebudayaan     A. Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan Di IndonesiaZaman Batu sampai Zaman Logam
  -zaman batu tua (paleolithikum)
Alat pada zaman ini seperti kapak genggam.
  -zaman batu muda (neolithikum)
Pada zaman ini mereka mulai hidup menetap, membentuk kelompok, bertani, dan beternak.
     B. Kebudayaan Hindu, Buddha dan Islam
1. Kebudayaan Hindu dan Buddha
Agama Hindu masuk mulai abad ke-3 dan ke-4.
Sedangkan agama Buddha masuk mulai abad ke-5.
Peninggalan-peninggalan berupa candi seperti candi Borobudur, Mendut, Prambanan, Kalasan, Jago, Singosari.
2. Kebudayaan Islam
Abad ke-15 dan ke-16 Islam mulai dikembangkan oleh Wali Sanga di pulau Jawa.
3. Kebudayaan Barat
Awal kebudayaan ini ketika masuknya bangsa Belanda ke Indonesia. Kebudayaan ini meliputi agama Katholik dan Kristen Protestan.

C. Individu, Keluarga dan Masyarakat     A. Pertumbuhan IndividuIndividu merupakan sebutan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Proses meningkatkan ciri-ciri individualitas pada seseorang disebut proses individualisasi/ aktualisasi diri.
Sedangkan pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju dan lebih dewasa.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan secara garis besar dibagi dalam tiga golongan :
1. Pendirian Nativistik
Pertumbuhan yang ditentukan oleh factor yang dibawa sejak kecil misalnya kemiripan antara ayah dengan anaknya.
2. Pendirian Empiristik dan Environmentalistik
Pertumbuhan ditentukan berdasarkan lingkungan.
3. Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
Pertumbuhan ini berdasarkan gabungan antara dasar (bakat) dan lingkungan.
     B. Fungsi KeluargaPengertian keluarga adalah satuan kelompok kecil dalam masyarakat.
Macam-macam fungsi keluarga :
1. Fungsi Biologis
Diharapkan melalui fungsi ini, keluarga dapat menyelenggarakan persiapan perkawinan bagi anaknya.
2. Fungsi Pemeliharaan
Dengan fungsi ini, keluarga harus dapat melindungi anggotanya dengan member rasa nyaman dan aman.
3. Fungsi Ekonomi
Dalam fungsi ini, keluarga berusaha menyediakan kebutuhan pokok seperti makan, minum, pakaian dan tempat tinggal.
4. Fungsi Keagamaan
Dengan pedoman Pancasila, keluarga diwajibkan mengamalkan ajaran agamanya masing-masing.
5. Fungsi Sosial
Untuk fungsi ini, keluarga harus mempersiapkan anak-anaknya dengan nilai dan norma yang ada dalam masyarakat.

Semoga Bermanfaat.

Sumber :
MKDU ILMU SOSIAL DASAR

0 comments :

Post a Comment